Tampilkan postingan dengan label #Mileyak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Mileyak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Februari 2022

Aku Sedang Tak Percaya Diri

"Cemburu itu cuma buat orang yang tidak percaya diri."

"Jadi?"

"Ya, aku sedang tidak percaya diri."

Dilan 1990 

    Ya benar aku cemburu, tapi apakah pantas aku cemburu sedang aku bukanlah pemilikmu. Apakah pantas aku mencemburuimu saat sedang bersamanya, saat kau bersama kekasihmu. Sekalipun kamu bilang jangan, tak usah. Sebenarnya hal itu pula yang aku mau, tapi hati kadang tak bisa ku kendalikan. Kau pun juga sadar akan hal itu, dan kau masih memilih dia. Sungguh aku sangat benci jika bukan aku yang menjadi juaranya. Dahulu sempat aku terobsesi ingin merebut hatimu kembali, tapi apa benar karena aku sungguh mencintaimu atau aku hanya benci diriku yang menjadi juara kedua. Saat ini keinginan itu tak ada, biar lah mengalir seperti ini apa adanya. Sampai kapan aku harus cemburu, aku pun tak tahu. Biar waktu yang membuatku terbiasa dan membawa kita ke hilir cerita. Walau kamu bilang tak memungkiri kalau kamu juga mau, tapi aku tak ingin menyakiti siapa-siapa. Biarlah  semesta yang bekerja sambil aku terus mencari jawabnya

Minggu, 13 Februari 2022

Akhirnya Aku Tahu

 Kita adalah pemeran utama di cerita hidup kita dan tentu saja peran protagonis yang akan kita pilih. Kita adalah tokoh protagonis di kehidupan kita dan bisa saja kita adalah tokoh antagonis di cerita kehidupan orang. Karena ini adalah ceritaku dan aku akan menceritakan dari sudut pandangku maka jika cerita ini terkesan aku yang paling tersakiti dan paling menyedikan atau paling suci tentu akan sangat wajar. Baiklah aku akan menceritakan sebuah cerita yang kurasa tidak pernah usai untuk dibahas. Maksudku aku selalu terjebak dalam lingkaran cerita itu bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.

            Masih ingat tentang cerita seseorang yang datang dari masa lalu di tahun 2019. Akhirnya kami bertemu kembali namun tak berapa lama kami pun berhenti saling mengabari. Diakhiri karena aku yang terlanjur sakit hati (lagi). Dari akhir tahun 2019 hingga sepanjang tahun 2020 kami tak pernah saling berhubungan secara langsung. Hingga 2021 pertengahan ia datang lagi. Aku.. tentu saja mulai skeptis lagi. Tapi sepertinya cerita ini bisa ditebak, aku luluh kembali. Kami pun menjadi dekat. Teman dekat (lagi). Hingga beberapa waktu lalu kami sempat mengobrol di telepon tentang kisah masala lalu. Topiknya tentu saja konflik di masa lalu.

            Sedikit cerita, teman lamaku ini adalah cintaku di masalalu. Saat masa-masa remaja yang indah, penuh dengan fluktuatif tingkat hormonal ia pun hadir di sana. Cerita ini sudah terjadi lebih dari satu decade lalu, tapi sebagian besar inti ceritanya masih aku ingat. Singkatnya, aku adalah seorang siswa pindahan dari pulau yang berbeda dengan teman lamaku ini -oke kita sebut saja dia Mr. Potato-. Sebagai siswa pindahan tentu rasanya ga mudah buat adaptasi, apalagi stigma orang yang menganggap orang kelas dua. Entah lah. Tapi akhirnya aku bisa membuktikan dengan sebuah prestasi. Mulai dari situ aku akhirnya mempunyai beberapa teman dekat. Bisa dibilang mereka adalah bintang atau geng ciwi ciwi top pada masa itu. Dan akhirnya aku mulai masuk ke circle mereka. Di sana aku menemukan teman, yang ku anggap sebagai sahabat dekat karena beberapa hal kami memiliki kemiripian dan isi kepalaku kadang sama dengan dia. Aku bahkan menganggapnya sebagai Kakaku. Baik kita sebut saja temanku ini sebagai Ms. Potato -karena akan saling berhubungan-. Seiring waktu berlalu aku mulai dekat dengan Mr. Potato. FYI, Mr. Potato dan Ms. Potato adalah sahabat dekat karena mereka sejak kecil selalu satu sekolah. Lambat laun aku pun mulai menyukai Mr. Potato, tentu saja saat itu dia  termasuk bintang sekolah. Pinter, jago basket, dan bisa dibilang cukup ganteng. Seperti yang ku bilang aku memiliki beberapa hal yang aku suka sama dengan Ms Potato. Ia pun pernah mengakui jika ia sempat suka dengan Mr. Potato, tapi itu sudah lama dan sekarang mereka hanya sekadar berteman karena saat itu Mr. Potato juga sudah memiliki seorang kekasih.

            Singkat cerita beberapa waktu setelah  itu -saat kami berada di jenjang sekolah baru- aku menjalin hubungan cinta dengan Mr. Potato. Rasanya sangat indah memang ketika disukai oleh orang yang kamu suka. Tapi hubungannya tidak berjalan lama. Aku sejatinya adalah seorang pencemburu. Aku cemburu melihat kedekatan Ms Potato dan Mr. Potato, pernah kami memainkan sebuah permain sederhana Bersama teman-teman lainnya saat acara classmeeting, padahal sebagai pacar aku ada di dekat Mr. Potato tetapi ia lebih mendekat dengan Ms. Potato. Beberapa kali pula aku sering melihat mereka bersama, ya memang mereka berdua satu kelas dan aku berada di kelas yang berbeda dengan Mr. Potato. Sehari-hari durasi kami bertemu pun tidak lama. Aku yang merupakan seorang anak dari strict parent berusaha membuat hubungan kami backstreet. Hanya teman dekat yang tahu.

            Beberapa kali sering aku menangis dibuatnya karena aku terlalu cemburu. Dilemma rasanya, ingin posesif tapi Ms Potato juga sahabatku. Karena aku tidak mau menyakiti sahabat ciwiku ini akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan alasan iman kami yang berbeda. Dan itu yang mereka percaya. Jika saat ini boleh jujur, Ms Potato lah yang membuatku berusaha melepaskan Mr. Potato. Sebenarnya saat sudah putus, aku dan Mr. Potato masih berhubungan baik, cinta itu masih ada. Aku yang berbeda kelas dengan Ms. Potato pun sudah lama tidak berhubungan dan berbagi cerita layaknya sahabat dekat. Tetapi kedekatan Mr. Potato dan Ms. Potato makin jelas. Aku sebagai pengamat ya mundur perlahan, terlebih panggilan sayang yang diberikan Mr, Potato kepadaku saat kami berteman ternyata tidak ekslusif untukku, Ms Potato juga punya! Aku pun mundur alon-alon.

            Kembali ke masa sekarang. Dalam telepon kami menceritakan sudut pandang masing-masing pada saat itu.

Dari sudut pandangku:

“ Aku melihat kamu dan Ms Potato semakin dekat. Terlebih kalian katanya mulai jadian. Dan pada saat itu aku pernah bikin komen di media sosialmu (seperti yang biasa kulakukan) tapi malah digas sama cewemu -Ms Potato-. Aku kaget banget, kok bisa Ms Potato seperti itu ke aku padahal sudah ku anggep sahabat yang kaya Kakaku sendiri. Ya aku mundur lah, aku diblock dulun sama Ms Potato. Jadi setiap kamu mau nyapa aku di sekolah aku selalu menghindar, takutlah ibaratnya udah kaya digongongin anjing galak”

Dari sudut pandang Mr Potato:

“Dulu aku dekat sama Ms. Potato karena aku curhat tentang kamu. Dia tahu betapa aku sayang cinta banget sama kamu. Aku sebenarnya nyapa kamu mau jelasin kalo aku dan Ms. Potato gak ada hubungan apa-apa selain berteman.”

 

Dari sini aku merasa aku ingin mengambil kembali milikikku. Ya walau sebenarnya sudah lama berakhir dan Mr. Potato udah bersama Ms Potato saat ini. Tapi izinkan aku playing victim haha *lah malah ngaku*. Oke jadi dulu aku putus gara-gara Ms Potato, tapi aku gamau nyakitin Ms Potato lalu aku membawa alasanku itu yang kuharap bisa diterima semua orang. Padahal aslinya karena Ms.Potato, kemudian Ms. Potato yang kuanggap sangat dekat denganku malah justru memusuhiku lebih dulu. Lalu, saat Mr. Potato cuhat tentangku kepada Ms. Potato. Ms. Potato hanya diam tanpa pernah memberitahu aku sedikit pun -baik ini aku asumsikan Ms. Potato kembali suka dengan Mr, Potato, cinta emang buta ges-. Dan tiap kali aku ingin berteman kembali dengan Mr. Potato, Ms. Potato selalu tidak suka, kontakku sempat dihapus Ms. Potato dari handphone Mr. Potato -karena mereka dekat sering main bareng, jika dibandingkan aku yang sudah pindah lagi dan jauh dari Mr. Potato-. Bagiku Mr. Potato dihatiku sebagai udara residual, sekuat apapun aku menghembuskan perasaan itu masih tersimpan jadi tentu saja cukup sakit jika berjauhan dengan seseorang yang kamu cintai. Andai saja tidak ada Ms. Potato dalam beberapa babak, mungkin aku bisa kembali merajut benang-benang yang terurai dalam hubunganku bersama Mr. Potato. Tapiiii sudah lah, entah dahulu atau sekarang keduanya sama-sama membuatku sakit. Empat belas tahun berlalu dan masih terasa sakitnya. Bahkan sekarang makin terasa dengan level sakit yang berbeda. Heran haha setelah aku pergi ke sana kemari dari satu hati ke hati lain. Aku tetap saja akan lemah jika ada Mr. Potato. Padahal berkali-kali Tuhan bilang tidak, karena beberapa kali dijauhkan. Tapi ya Tuhan… kenapa didekatkan kembali. Dan posisiku sedang dalam keadaan sendiri, pikiran liar terus menghampiri. Namun beberapa kali berusaha aku tepis karena Mr. Potato sedang bersama Ms. Potato sekarang. Aku hanya benci jika melihat mereka bersama. Padahal menjadi juara hatimu it’s my dream Mas!

Minggu, 15 September 2019

SUATU CERITA DI SORE HARI #Mileyak


Sore itu aku dan Kia duduk bersebelahan di atas kursi kayu panjang di pinggir jalan, sambil menunggui bapak tukang tambal ban memperbaiki ban motorku. Tiba-tiba Kia bertanya padaku, “Lalu apa yang ingin kamu lakukan sekarang?”
Aku yang duduk tepat di sampingnya yang sedari tadi melempar pandang kosong ke jalanan menjawabnya, “ Sekarang aku memfokuskan pikiranku untuk menyelesaikan pendidikanku yang tengah ku jalani saat ini agar aku bisa segera beralih untuk melangkah menuju episode hidupku yang baru. Masih banyak mimpi-mimpi besarku yang harus ku kejar..”
Good! Build your skill and capability, then man will take a line! Udah…perasaan kaya gini juga bakalan hilang dengan sendirinya kok. Kamu hanya belum menemukan atau mungkin sebenarnya sudah ada tetapi kamu masih terjebak dengan masalalu dan enggan mencoba hal baru?”
Aku hanya membalasnya dengan senyum tipis dan kembali terdiam tenggelam dalam kalutnya pikiran. Jika keadaan sudah begini, aku selalu berusaha membawa semua logika-logikaku muncul. Aku percaya di luar sana, entah sekarang dimana tetapi suatu saat aku pasti akan dipertemukan dengan seseorang yang pantas untuk ku percayakan hatiku padanya. Dan hanya aku satu-satunya.
Mungkin aku bisa percayakan seseorang yang tidak membuatku sebagai pilihan, karena aku bukanlah pilihan! Jika boleh sombong, aku akan menyebut diriku perjuangan. Hh.. mungkin akan ada yang berkata, “Siapa dirimu sehingga layak untuk diperjuangkan?!”
Ya aku iyalah aku, aku sendiri tengah berjuang untuk membahagiankan diriku, pun tak ku biarkan orang lain untuk menghancurkan dengan mudahnya. Aku bisa mengerjakan apa saja dan menyapa semua orang dengan hati. Namun untuk siapa aku berikan hatiku tidak akan semudah itu. Semua perjalanan yang ku alami telah menjadi bekalku untuk berhati-hati untuk benar-benar memberikan hati.

Kamis, 15 Agustus 2019

Tuhan Bercanda (?)

***
Mileyak kembali menulis dan merenung....


Aku tahu rencana Tuhan tidak sebecanda ini, tapi mengapa perasaanku selalu dipermainkan :’
Kembali aku merasakannya kembali patah, kali ini karena kesalahanku yang mengharapkannya akan kembali. Kembali menjadi milikku seutuhnya di masa depan (itu yang ku mau). Mengapa pikiran tentang rencana masa depan bersamanya selalu terlihat indah.  Saat kurasa padang pengharapan telah berubah menjadi gurun gersang, lalu tiba-tiba ia datang mencoba memberi celah penghidupan. Namun, aku tersadar saat ini ia hanya datang  untuk sekedar lewat. Bukan tinggal dan menetap.  Kembali aku jauh hati lagi padanya, kembali aku mematahkan lagi hatiku karena tak bisa memilikinya. Jika boleh izinkan aku untuk selalu didekatnya, benar ini akan membuatku bahagia tetapi aku juga tersiksa. Tapi bolehkah aku tetap berharap semesta berpihak kepada kami? Salahkah aku jika dalam setiap doaku ada namanya yang ku harapkan. Jika Tuhan tidak sebercanda ini, lalu mengapa kami dipertemukan dalam perasaan yang sama  dengan benteng besar tinggi menjulang.

Senin, 12 Agustus 2019

Sebuah Kisah Romantis (C.I.N.T.A #4)

Mileyak menulis ....


(sumber gambar : pinterest.com)

Tidak ada yang lebih mebahagiakan dalam suatu kisah romantis, yaitu ketika sepasang kekasih sedang memadu cinta. Bayangkan betapa indahnya gayung yang bersambut dan bertepuk pun tidak lagi sebelah tangan. Aaah… bisa kau bayangkan indahnya? Menyayangi dan disayangi. Menemukan teman yang dapat beriringan seirama, menemukan rekan satu frekuensi. Tidak harus selalu sama, tetapi saling melengkapi dan bertumbuh bersama. 

Namun dalam kisah romantis ini ada juga hal yang menyakitkan, yaitu menelan kenyataan pahit bahwa di belakang sepasang kekasih ini ada berbagai pihak yang tidak menyukai hubungan mereka. Rasa sakit menghujam dalam dada ketika ingin terus bersama dengan seseorang yang  kita cinta namun harus dipisahkan dengan semesta yang belum berpihak. Pertanyaannya adalah mengapa orang lain harus ikut campur dalam merusak kisah mereka? Padahal yang menjalani ialah mereka sendiri, sedangkan orang lain hanya menjadi penonton dan komentator. Tidak bisakah membiarkan sepasang kekasih ini bahagia dengan versi mereka dan menjalani pasang surut kehidupan dengan cara mereka?

    (sumber  gambar: pinterest.com)



Minggu, 25 Februari 2018

Minyak & Air

#Mileyak Eps 1
***
Jika perempuanmu saat ini marah padaku karena menuliskan hal ini untukmu sedang kalian sudah bersama, aku tidak ada urusan. Jika ia cemburu karena mengira aku menginginkanmu lagi, sebaiknya tak perlu khawatir. Karena aku menginginkan kamu bahagia bersama dia. Hanya saja ada beberapa hal yang ingin aku ungkapkan, yang belakangan mengusik kembali ingatan dan perlahan menyadarkan. Bahwa ternyata aku beruntung pernah dicintai oleh orang sepertimu. Kau membuatku menjadi isitimewa. Kau menginginkanku seperti aku yang apa adanya. Bahkan kau menyukaiku dengan caramu yang berbeda. Kau menyukaiku seperti itu, menyukaiku dengan segala yang aku suka. Kau tak pernah membuatku untuk seperti orang lain agar kau dapat mencintaiku sesuai ideal versimu. Jika sekarang kita tidak pernah bertemu atau bertegur sapa, bukan berarti aku membencimu. Memang aku pernah kesal atau sebal dibuat olehmu, tapi tak pernah terbesit sedikit pun perasaan untuk membencimu. Dan jika feelingku benar, kau pun juga seperti itu. Kau menjauh justru untuk menjaga agar hubungan tidak semakin memburuk dan agar aku tidak menghilang dari duniamu ini.
Dan jika aku merenung dan memahami diri lebih dalam, ternyata kau adalah cinta terlama yang bersarang dihatiku hingga sampai saat ini. Walaupun kadarnya terus berkurang tetapi belum sepenuhnya hilang. Tetapi sekali lagi ku pertegas : aku pun tidak mengharapkan kita dapat kembali. Dunia kita memang berbeda, hanya bisa bersanding tetapi tidak bisa disatukan. Kau pun juga begitu, telah banyakhal yang telah kau habiskan bersamanya. Kenangan pahit, manis, tertawa, menangis bersama. Misal dugaanku benar, kau telah hampir sepenuhnya mencintainya tanpa ada bayang-bayang orang lain yang tetap tinggal dibenakmu. Karena aku pun hanya menjadi bagian cerita sesaatmu yang takkan pernah sama dengan apa yang kau dan perempuanmu yang kau cintai saat ini telah lewati. Dan jika dia tahu tulisan ini untukmu sebelum engkau mengetahui (bahkan kau mungkin tidak akan tahu) kemudian marah dan membenciku. Sebenarnya hal yang wajar, menandakan dia sangat mencintaimu dan tak ingin sesaat pun orang lain masuk di hatimu. Karena kau pantas untuk dijaga seperti itu, kau sangat berharga, demikian dia. Maka pertahankan dia, sayangi dia sepenuhnya. Bukan berarti aku membencimu atau membuangmu. Hanya saja aku ingin dicintai lagi seperti itu dan mungkin bukan kamu. Karena kau sudah bahagia dengan perempuanmu sekarang. Aku pun juga harus memulai episode baru. 
p.s : Aku menuliskan hal ini karena aku merasa perempuanmu saat ini masih membenciku dan mengira aku menginginkanmu lagi. Tetapi bukankah semua orang dapat berubah dan menaikkan cerita kehidupannya kepada hal yang lebih dewasa?


PENGUMUMAN!


Hai! Jika Pidi Baiq punya Milea yang akan menceritakan kisah romantisnya dengan Dilan. Dengan tidak bermaksud untuk menjiplak karya Mas Pidi Baiq aku ingin menciptakan tokoh sendiri juga yang aku ceritakan kisahnya di blog ini. Namanya mungkin serupa dengan nama yang diusung Mas Pidi Baiq namun ada sedikit perbedaan. Dia adalah :  Mileyak. Yaps! Terdengar seperti nama mitos yang ada di Indonesia. Tapi Mileyak tidak seseream seperti Leak yang ada di Bali. Mileyak mungkin akan sama seperti pemudi pada umumnya yang akan merasakan kasmaran dan patah hati bersama para Dolannya (Dolan: main). Sebelum Mileyak serius, Mileyak mungkin harus bermain game bersama Dolan. Entah siapa pun itu, tidak melulu satu orang. Mileyak bisa jatuh hati kepada siapa saja dan Mileyak bisa saja dipatahkan hatinya oleh orang yang tak terduga. Jadi kedepannya Mileyak akan menceritakan tumpahan perasaannya kepada kalian, baik cerita pendek, puisi , atau catan-catatan kecil. Dan sudut pandangnya pun bisa jadi tidak konsisten, baik Mileyak yang seperti berbicara sendiri atau pun Mileyak yang sedang diceritakan dari sudut pandang orang ketiga. Kamu bisa mengikuti kisahnya dengan klik label #Mileyak. Dan untuk menandai kalau post itu adalah cerita Mileyak pada awalan akan diberi *** . Supaya apa? Supaya kamu mudah menyadari jika itu post tentang Milyeak. Dipost nya kapan aja? Ya terserah aku yang buat cerita haha.. makanya jangan lupa klik label #Mileyak !