Minggu, 13 Februari 2022

Akhirnya Aku Tahu

 Kita adalah pemeran utama di cerita hidup kita dan tentu saja peran protagonis yang akan kita pilih. Kita adalah tokoh protagonis di kehidupan kita dan bisa saja kita adalah tokoh antagonis di cerita kehidupan orang. Karena ini adalah ceritaku dan aku akan menceritakan dari sudut pandangku maka jika cerita ini terkesan aku yang paling tersakiti dan paling menyedikan atau paling suci tentu akan sangat wajar. Baiklah aku akan menceritakan sebuah cerita yang kurasa tidak pernah usai untuk dibahas. Maksudku aku selalu terjebak dalam lingkaran cerita itu bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.

            Masih ingat tentang cerita seseorang yang datang dari masa lalu di tahun 2019. Akhirnya kami bertemu kembali namun tak berapa lama kami pun berhenti saling mengabari. Diakhiri karena aku yang terlanjur sakit hati (lagi). Dari akhir tahun 2019 hingga sepanjang tahun 2020 kami tak pernah saling berhubungan secara langsung. Hingga 2021 pertengahan ia datang lagi. Aku.. tentu saja mulai skeptis lagi. Tapi sepertinya cerita ini bisa ditebak, aku luluh kembali. Kami pun menjadi dekat. Teman dekat (lagi). Hingga beberapa waktu lalu kami sempat mengobrol di telepon tentang kisah masala lalu. Topiknya tentu saja konflik di masa lalu.

            Sedikit cerita, teman lamaku ini adalah cintaku di masalalu. Saat masa-masa remaja yang indah, penuh dengan fluktuatif tingkat hormonal ia pun hadir di sana. Cerita ini sudah terjadi lebih dari satu decade lalu, tapi sebagian besar inti ceritanya masih aku ingat. Singkatnya, aku adalah seorang siswa pindahan dari pulau yang berbeda dengan teman lamaku ini -oke kita sebut saja dia Mr. Potato-. Sebagai siswa pindahan tentu rasanya ga mudah buat adaptasi, apalagi stigma orang yang menganggap orang kelas dua. Entah lah. Tapi akhirnya aku bisa membuktikan dengan sebuah prestasi. Mulai dari situ aku akhirnya mempunyai beberapa teman dekat. Bisa dibilang mereka adalah bintang atau geng ciwi ciwi top pada masa itu. Dan akhirnya aku mulai masuk ke circle mereka. Di sana aku menemukan teman, yang ku anggap sebagai sahabat dekat karena beberapa hal kami memiliki kemiripian dan isi kepalaku kadang sama dengan dia. Aku bahkan menganggapnya sebagai Kakaku. Baik kita sebut saja temanku ini sebagai Ms. Potato -karena akan saling berhubungan-. Seiring waktu berlalu aku mulai dekat dengan Mr. Potato. FYI, Mr. Potato dan Ms. Potato adalah sahabat dekat karena mereka sejak kecil selalu satu sekolah. Lambat laun aku pun mulai menyukai Mr. Potato, tentu saja saat itu dia  termasuk bintang sekolah. Pinter, jago basket, dan bisa dibilang cukup ganteng. Seperti yang ku bilang aku memiliki beberapa hal yang aku suka sama dengan Ms Potato. Ia pun pernah mengakui jika ia sempat suka dengan Mr. Potato, tapi itu sudah lama dan sekarang mereka hanya sekadar berteman karena saat itu Mr. Potato juga sudah memiliki seorang kekasih.

            Singkat cerita beberapa waktu setelah  itu -saat kami berada di jenjang sekolah baru- aku menjalin hubungan cinta dengan Mr. Potato. Rasanya sangat indah memang ketika disukai oleh orang yang kamu suka. Tapi hubungannya tidak berjalan lama. Aku sejatinya adalah seorang pencemburu. Aku cemburu melihat kedekatan Ms Potato dan Mr. Potato, pernah kami memainkan sebuah permain sederhana Bersama teman-teman lainnya saat acara classmeeting, padahal sebagai pacar aku ada di dekat Mr. Potato tetapi ia lebih mendekat dengan Ms. Potato. Beberapa kali pula aku sering melihat mereka bersama, ya memang mereka berdua satu kelas dan aku berada di kelas yang berbeda dengan Mr. Potato. Sehari-hari durasi kami bertemu pun tidak lama. Aku yang merupakan seorang anak dari strict parent berusaha membuat hubungan kami backstreet. Hanya teman dekat yang tahu.

            Beberapa kali sering aku menangis dibuatnya karena aku terlalu cemburu. Dilemma rasanya, ingin posesif tapi Ms Potato juga sahabatku. Karena aku tidak mau menyakiti sahabat ciwiku ini akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan alasan iman kami yang berbeda. Dan itu yang mereka percaya. Jika saat ini boleh jujur, Ms Potato lah yang membuatku berusaha melepaskan Mr. Potato. Sebenarnya saat sudah putus, aku dan Mr. Potato masih berhubungan baik, cinta itu masih ada. Aku yang berbeda kelas dengan Ms. Potato pun sudah lama tidak berhubungan dan berbagi cerita layaknya sahabat dekat. Tetapi kedekatan Mr. Potato dan Ms. Potato makin jelas. Aku sebagai pengamat ya mundur perlahan, terlebih panggilan sayang yang diberikan Mr, Potato kepadaku saat kami berteman ternyata tidak ekslusif untukku, Ms Potato juga punya! Aku pun mundur alon-alon.

            Kembali ke masa sekarang. Dalam telepon kami menceritakan sudut pandang masing-masing pada saat itu.

Dari sudut pandangku:

“ Aku melihat kamu dan Ms Potato semakin dekat. Terlebih kalian katanya mulai jadian. Dan pada saat itu aku pernah bikin komen di media sosialmu (seperti yang biasa kulakukan) tapi malah digas sama cewemu -Ms Potato-. Aku kaget banget, kok bisa Ms Potato seperti itu ke aku padahal sudah ku anggep sahabat yang kaya Kakaku sendiri. Ya aku mundur lah, aku diblock dulun sama Ms Potato. Jadi setiap kamu mau nyapa aku di sekolah aku selalu menghindar, takutlah ibaratnya udah kaya digongongin anjing galak”

Dari sudut pandang Mr Potato:

“Dulu aku dekat sama Ms. Potato karena aku curhat tentang kamu. Dia tahu betapa aku sayang cinta banget sama kamu. Aku sebenarnya nyapa kamu mau jelasin kalo aku dan Ms. Potato gak ada hubungan apa-apa selain berteman.”

 

Dari sini aku merasa aku ingin mengambil kembali milikikku. Ya walau sebenarnya sudah lama berakhir dan Mr. Potato udah bersama Ms Potato saat ini. Tapi izinkan aku playing victim haha *lah malah ngaku*. Oke jadi dulu aku putus gara-gara Ms Potato, tapi aku gamau nyakitin Ms Potato lalu aku membawa alasanku itu yang kuharap bisa diterima semua orang. Padahal aslinya karena Ms.Potato, kemudian Ms. Potato yang kuanggap sangat dekat denganku malah justru memusuhiku lebih dulu. Lalu, saat Mr. Potato cuhat tentangku kepada Ms. Potato. Ms. Potato hanya diam tanpa pernah memberitahu aku sedikit pun -baik ini aku asumsikan Ms. Potato kembali suka dengan Mr, Potato, cinta emang buta ges-. Dan tiap kali aku ingin berteman kembali dengan Mr. Potato, Ms. Potato selalu tidak suka, kontakku sempat dihapus Ms. Potato dari handphone Mr. Potato -karena mereka dekat sering main bareng, jika dibandingkan aku yang sudah pindah lagi dan jauh dari Mr. Potato-. Bagiku Mr. Potato dihatiku sebagai udara residual, sekuat apapun aku menghembuskan perasaan itu masih tersimpan jadi tentu saja cukup sakit jika berjauhan dengan seseorang yang kamu cintai. Andai saja tidak ada Ms. Potato dalam beberapa babak, mungkin aku bisa kembali merajut benang-benang yang terurai dalam hubunganku bersama Mr. Potato. Tapiiii sudah lah, entah dahulu atau sekarang keduanya sama-sama membuatku sakit. Empat belas tahun berlalu dan masih terasa sakitnya. Bahkan sekarang makin terasa dengan level sakit yang berbeda. Heran haha setelah aku pergi ke sana kemari dari satu hati ke hati lain. Aku tetap saja akan lemah jika ada Mr. Potato. Padahal berkali-kali Tuhan bilang tidak, karena beberapa kali dijauhkan. Tapi ya Tuhan… kenapa didekatkan kembali. Dan posisiku sedang dalam keadaan sendiri, pikiran liar terus menghampiri. Namun beberapa kali berusaha aku tepis karena Mr. Potato sedang bersama Ms. Potato sekarang. Aku hanya benci jika melihat mereka bersama. Padahal menjadi juara hatimu it’s my dream Mas!

Jumat, 09 Juli 2021

Nonton Reply 1988

(Sumber: Wikipedia.com)

Setelah minggu lalu cukup “produktif” karena UAS dan skasdnjew hehe.. minggu ini sempetin liburan dulu. Karena lagi PPKM juga, jadi streaming film atau ngedrakor adalah alternatif yang aman untuk menghibur diri. Karena bingung drakor apa yang bagus akhirnya mutusin buat ngelanjutin Reply 1988 yang katanya bagus. Yes “ngelanjutin”, karena sempat mutusin untuk ga ngelanjut nonton karena kurang asik di awal. Tapi akhirnya suka dan belum move on dari ceritanya.

            Jadi ini adalah drama temanya keluarga gitu. Padahal aku kurang suka kalo film genre-nya keluarga, nonton keluarga cemara aja kagak pernah. Soalnya aku ngerasa kaya ga relate aja sih hehe. Cuman.. katanya drakor Reply 1988 ini seru, sebenarnya udah denger lama dari zaman masih kuliah S1, karena ada temen yang nyeritain gemes soalnya percintaannya dibawa ke tahun 1980an akhir. Kebayang dong gimana kunonya, teknologi belum secanggih sekarang pacarannya tetep asik ga tuh. Lalu aku akhirnya di 2021 nyobalah nonton. Nyoba nonton episode 1 rasanya kaya berjalan lambar banget, masih belum nemu asiknya. Malah ngeliat Bapaknya Jong Hwan kok freak ya, terus sebel juga ngeliat Bo Ra sama Deuk Son berantem jambak-jambakan dan teriak-teriak sampe orang tuanya aja kalah. Dari situ udah kaya males aja, kok semua pada teriak aja pas lagi makan. Tetapi aku masih nyoba nonton. Terus liat Sung Deuk Son semangat jadi pembawa papan nama negara untuk olimpiade 1988 tapi hampir gajadi, terus tambah kasian karena ikut ngerasain penderitaannya yang jadi anak tengah. Harus ngalah sama kakaknya yang super galak, harus mengalah juga demi adeknya. Tapi karena tema keluarga ada beberapa adegan yang bikin sentimental. Tapi episode 1 udah mau habis, enggak aku lanjutin. Lalu malah nonton yang lain.

        

Rabu, 13 Januari 2021

Kenapa Debat Sih?

 Orang mungkin akan cenderung menghindari debate. Karena mikirnya apasih, males, paling juga mau menang sendiri. Kalo tipikalnya plegmatis sih wajar lah cinta damai. Tapi debat yang dimaksud bukan debat kusir, yang pengennya pokoknya menang deh. Debat nya ya debat yang membangun, bisa objektif ngeliat dari dua sisi. Dulu ya mikir kalo ada ajang debat , pasti yang menang yang  pro lah yang tim pemerintah lah,yang kontra auto kalah. Padahal debat bukan sebatas itu, tapi lebih bisa membuktikan mana sisi yangg dapat meyakinkan dan memberi solusi yang imbang. Pun kalo ada yg harus menderita kita udah nyiapin alternatif lain (karena ga semua orang juga kan bisa dibikin senang). Dalam hubungan ke teman atau ke orang lain debat yang membangun perlu kalo liat suatu kasus terlebih untuk hal yang kita beda pandangan. Kalo beda pandangan bukan pertemanannya yg dihapus tapi cari solusi bareng, bukan malah kalo tiap apa-apa egak sependapat terus musuhan. Kayanya kalo gitu terus kitanya, ga bakal ada orang yang ada di sekeliling kita. Jadi dengerin dulu argumen dari sisi orang itu, terus liat dari sisi kita. Kalo emang kita ga bisa buktiin lebih lanjut dengan kata lain orang lain yang 'menang' , ya hasilnya diterima, hubungannya tetap dijaga. Malah seru kan, kita jadi mikir 'oh iya juga ya ada yg kaya begitu'. Banyak juga jenis dunia yang kita egak tahu di luaran sana.


Dia si Ndy #Sayang

 Sebenarnya udah lama pengen posting tentang temen-temen aku di Sayang💕. Cuma belum sempat dan bingung aja mau ngisinya gimana, sempet pengen bikinin video buat ucapan terimakasih karena hadir di hidupku tapi egak deh wkwkwk ga bisa uwu akutu. 


Oke langsung aja kita mulai dari yang pertama yaitu Inggik, kenapa pertama karena dia yang paling

Rabu, 30 Desember 2020

Alasan kenapa akhirnya nonton 'Start Up'

 


    Awalnya sama sekali enggak tertarik, karena enggak mau halu dan uwu yang semu (seperti kebiasaan kalo nonton drakor dan juga ga ada waktu plus platform). Sama kaya orang-orang yang pada heboh ngomongin Goblin, DoTs , Crash Landing on You, aku sama sekali enggak tertarik. Tapi yang bikin akhirnya tergerak buat nonton Start Up karena akun edukasi saham yang aku ikuti terus-terusan nge-up drakor ini, and always glorifying kalo drakor ini bagus buat belajar investasi khususnya pengenalan investasi bagi anak-anak muda. Sebelumnya aku ya yaudahlah ya , berbulan-bulan kemudian pun masih enggak tertarik buat nonton  karena masih disibukkan dengan  urusan kuliah yang mayan bikin kepala berasap. Nah tiap ga kuat sama kegiatan kuliahan aku selalu curhat ke temenku, terus pas gabut karena ujian dan kuliah selesai aku juga curhat ke dia. Lalu dia bilang lagi nonton Start Up, bagus katanya. Yang ku tahu ni sebelum aku nonton, orang-orang rame pada bahas tim Han Ji Pyeong ato Na Do San. Ku kira awalnya mereka berdua ni sama-sama bergerak di dunia saham cuma caranya yang bedaa. Eh setelah nontooonn.. aku dari awal sampe akhir tetep kawal Mas Han Ji Pyeong hahaha

(  sumber https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20201208133527-33-207647/han-ji-pyeong-bikin-susah-move-on-ini-7-drama-kim-seon-ho
      

     Gatau ya pesonanya masuk aja gitu, emang aku ga bisa ga biasa aja sama cowok pinter. Mas Han ini mudanya bisa dibilang nelongso, tapi dia pinter. Nah walaupun Mas Han ini sering marah-marah, khususnya marahin anak-anak Samsan Tech (sebelum masuk Sand Box)  marahnya tuh suka bener. Ada tuh yang pas Do san sama temen-temennya jadi juara satu terus investor pada dating, mereka juga saking senengnya karena dua tahun ngikut Do San belum ada apa-apa tiba-tiba investor pada ngantri. Ada satu adegan yang investornya ngerekam programnya si Do San nih terus sama algoritmanya minta dilihatkan eh dikasih sama Do San dkk, gw aja gregetan kok mau-mau aja sih. Lalu datang Mas Han -sayang- yang langsung nutup laptop dan langsung marahin anak-anak Samsan Tech dan nanya mereka ni polos atau bodoh sih. Wkwkkw aku ga kasian sama mereka, pokoknya ku dukung Mas Han. Pas Mas Han jadi mentor Samsan Tech dan CEO nya Mbak Dal Mi, mas Han juga sering marah-marah tapi marahnya tuh ya bener -wkwk persis my momsky yang marah tapi marahnya bener enggak dilebih-lebihkan-

    Walau Mas Han jadi second lead, tapi menurutku kalo ga ada Mas Han ceritanya jadi ga seru. Dal Mi sama Do San ya cuma COD an bola baseball. Aku ga ngerasa Mas Han ni second lead wkwk, tapi untuk pertama kalinya aku kena second lead syndrome.


    Afterglow. Setelah marathon nontonin Start Up, aku masih kebawa suasanyanya. Kebiasaan kalo abis nonton drakor dan suka sama aktornya pasti dicariin tentang apa-apanya. Nah yang aku suka sama drakor tuh selain ada drama percintaannya juga ada edukasinya gitu. Kaya missal yang tentang kedokteran, paling egak orang-orang yang awam sama dunia medis jadi sedikit ngerti tentang orang-orang medis bekerja. Pun dengan drakor nih, awalnya nonton Start Up karena tertarik ingin belajar investasi --ini yang selalu digadang-gadangkan—dan bener apa yang ku dapat setelah nonton Start Up, aku jadi paham kenapa pas dulu aku dapat pendaan untuk pembuatan alat kemudian maju ke tahap selanjutnya gagal. Nontonin drakor ini nih berasa balik zaman kuliah lagi tahu gak wkwk rasanya kaya ngerjain bigpro (analisis perancangan perusaahn, rancangan sistem kerja ergonomic dsb) jadi kaya relate banget sama anak industri. Plus aku jadi keinsiprasi pengen ikutan program yang kaya ditawarkan Sand Box. Dulu obeses banget pengen bisa program biar keren dan kerja kaya kira-kira kaya Do San, tapi ternyata untuk bikin start up sendiri bisa kok jadi kaya Mba Dal Mi. terinpisasi pengen belajar -seperti apa yang dilakukan Mba Dal Mi tiap mau ikutan sesuatu belajar dulu dengan baca/beli buku- haha akhirnya aku juga semangat pengen nyari buku seputar investasi atau start up dan tadaaa aku nemu buku ungu ini. Rasanya seneng banget, karena juga masih kebawa ‘demam’ Start Up. Hahaha sekarang pokoknya kaya drakor Start Up. Nyari event sejenis itu dan bikin start up tapi s    ebelumnya harus belajar banyak-banyak dulu biar pinter kaya Mas Han Ji Pyeong Luv. 


dan sepanjang baca buku isinya rasanya seperti relate dengan drama Start Up, dan inilah apa yang aku baca vs apa yang ada di pikiranku :3






Jumat, 09 Oktober 2020

30 Oktober 2019. Disidang!

 


A day to remember. Udah hampir setahun berlalu, tapi rasanya baru terjadi kemarin. Karena aku  masih mengingatnya secara jelas apa yang terjadi di hari itu. Mungkin ini emang bukan pencapaian terbaik orang lain, tapi bagiku ini sebuah pencapaian terbaik mengalahkan musuh terbesar sepanjang masa, yaitu diri sendiri. Masih lekat dalam ingatan, di bulan oktober 2019. Sudah di penghujung bulan, tapi belum mendapatkan kabar. Akhirnya tanggal 29 Oktober 2019 jam 9 pagi lewat dikit dapat kabar dari admin jurusan, kalua besok pagi aku maju siding jam 08.00. Baiq.. biasanya orang akan dapat jadwal maksimal dua hari sebelum dia maju. Tapi memang akhir-akhir itu beberapa mahasiswa dapat kabar dadakan untuk siding. Dengan persiapan kurang dari 24 jam rasanya agak biasa, tapi semakin dekat semakin dagdigdug.

            Long story short, dosen penguji akan diketahui sesaat sebelum sidang. Saat aku datang ke jurusan, dan kutanyai admin siapa yang jadi penguji. *jengjeng* disebutkanlah Ibu A dan Bapak B.. mantaaplahh… para dosen yang sudah bergelar doktor dan bagi untuk kalangan mahasiswa terkenal killer dalam menguji, mungkin karena beliau yang memang kritis. menurutku sidangku terasa “isitimewa” diantara yang lainnya. Karena alasan berikut, yang mungkin akan jarang terjadi pada seorang mahasiswa:

1.      Diberi kabar jam 9 pagi untuk jadwal sidang besok paginya jam 8, kurang dari 24 jam :’)

2.      Full 2 jam. Memang biasanya jadwal yang tertulis untuk satu mahasiswa itu dua jam tapi rata-rata ada yang tercepat 30 menit, dan paling lama 1,5 jam. Udah kaya nonton di bioskop aja kata temenku.

3.      Split decision. Biasanya aku ikut dampingin temen untuk sidang, jarak antara disuruh keluar karena para dosen berunding untuk nilai mahasiswa tersebut kurang lebih 5 menit. Tapi aku bisa mendengar keriuhan dosen memberikan argument mereka dari luar ruangan. Hingga 15 menit berlalu pun aku belum dipanggil, seperti antara menit 15-20 baru aku diajak untuk masuk dan mendapatkan feedback.

4.      Ada 4 dosen penguji. Biasanya ruangan tersebut berisi dua dosen penguji dan satu orang dosen pembimbing, dimana beliau pun menjadi dosen penguji saat sidang. Karena dosen pembimbingku ada dua, dan mereka semua hadir, jadilah ada empat dosen penguji disitu. Dua dosen yang benar-benar dosen pengujiku telah begelar doktor  dan doctor of philosophy.

5.      Dan diakhir yang  paling ku ingat , skripsiku oleh  salah satu dosen penguji dikatakan bukan skripsi orang TI. Lalu selama ini aku bimbingan, dan yang dikatakan para dosen pembimbingku apa

 

Oiya sebelum mereka mulai, mereka sempat berbincang satu sama lain. Kalau yang di ruangan itu doctor semua, aku kan termasuk dalam ruangan itu kan ya. Yaudah aku aminin juga haha.. walau ya emang maksudnya dosen-dosen penguji memang telah bergelar doktor dan dosen lainnya sedang berjuang meraih gelar doktor. Keluar dari runangan aku nangis cuy, sedih sama diri sendiri sih kayanya belum layak, krn inget kata-kata dosen penguji tadi. Tapi bangga sudah di fase itu, pokoknya ya campur aduk. Merasa belum deserve aja untuk merayakan pasca sidang, sebelum revisi kelar. Pas lagi foto-foto di depan fakultas, aku langsung ngehindar untuk sembunyi ketika dosen B lewat. Malu aja si hehe… entah ini baik apa egak, aku kaya ngerasa dendam aja,, haha bukan dendam si.. tapi lebih kaya motivasi wkwkw.. okey kali ini saya masih dianggap remahan oleh Anda. Later, mungkin someday kita bisa jadi partner, so u can see my value or in other words there are no space for degenerate anymore hehe

    Yang awalnya mungkin mau kuliah sampe master aja, tapi sekarang cita-citaku kuliah lagi sampe estiga pokoe..

Jumat, 04 September 2020

Prolog Gendut Journey

 

Gendut Journey eps 1

        Bagi kamu yang membaca blog ini, kali ini ada series baru tentang sebuah cerita pengalaman pribadi  mengenai tubuhku. Aku namakan ‘Gendut Journey’, yang isinya kurang lebih akan menceritakan tentang perjuanganku menggapai timbangan berat badan ideal. Sebelumnya aku memang sudah lama ingin menceritakan kisah perjuangan menuju ideal, ku pikir ah nanti saja ketika sudah ideal biar seperti kisah orang-orang di luar sana yang ceritanya berhasil terangkat ketika telah mencapai tubuh yang ideal. Namun kenyataannya yang terjadi pada diriku justru fluktuatif, aku pernah di titik tergendut -saat itu ku yakini 65kgs adalah BB terberat nyatanya sekarang untuk menurunkan hingga menjadi 65kgs saja aku kepayahan- lalu kemudian berhasil mengurangi hingga kurang lebih 10kgs. Tapi berangsur-angsur naik hingga. 65kgs bukan lagi tergendutku, beyond!

       Yang pastinya cerita-cerita orang gendut di dalamnya nggak akan lepas dari yang namanya dibully. Karena aku gendut dari lahir, kisah-kisah ini akan terangkum seperti kisah hidupku selama ini. Seperti biasa akan ada label #GendutJourney untuk memudahkan mengetahui setiap episodenya. Ini belum final gaes, ini aku tulis karena ditahap ini aku benar-benar mau mencapai ideal tanpa ampun. Dan mengapa akhirnya aku menulis, ku pikir sekalian saja ini menjadi journal pengingat. Jadi prosesnya sambal jalan. See y on next eps!