Katanya cinta tak pernah salah.. hmm boong ah. Ini pasti hanya akal-akalan
para pujangga cinta yang terjebak dalam cinta buta dan telah menjadi budak
cinta. Buktinya cinta ini selalu saja jatuh di tempat yang salah, kadang juga cinta
datang saat aku tak menginginkannya. Misalnya saja saat hati berkata ialah
orangnya, tetapi mengapa sepertinya dia tidak dimaksudkan untuk aku, ada sosok
lain yang telah menawan hatinya. Sedangkan ketika cinta datang mendekat, aku
benar-benar tidak menginginkannya, karena hatiku telah tertawan dia. Ya, dia
yang hatinya telah dimiliki orang lain. Nah lalu dimanakah letak hakikat cinta
yang biasanya diagungkan, bahwa cinta tak pernah salah. Terkadang lucu juga
jika berkata tentang cinta, ia membawa seseorang dapat menjadi sangat bahagia ia
mereka sebut mabuk kepayang dan bahkan juga sebaliknya. Cinta mampu membuat
seseorang terluka, hingga akhirnya membuat tak percaya lagi pada cinta bahkan
menjadi takut untuk memulainya lagi. Lalu sebenarnya datang dari manakah cinta?
Ada yang berkata cinta datang dari mata lalu turun ke hati –lalu bagaimana jika yang tak bermata?- , juga dikatakan cinta bisa ada karena terbiasa. Lalu itu
berarti cinta hanya sebuah wujud dari napsu belaka tanpa makna lainkah? Ah sudahlah
abaikan saja, mungkin ini yang dinamakan rasa
penasaran. Biarkan saja dulu, nanti juga bisa hilang. Sebisa mungkin
ketika cinta sudah menyerang, tarik benang merahnya. Letakkan logika di posisi pertama.
Jika sudah menemukan jawabannya, simpan saja dulu. Yakinkan diri, bisakah bertumbuh
bersamanya atau hanya sekadar perasaan manis yang sedang lewat untuk mewarnai
sejarah dalam hidup.
Jumat, 21 Desember 2018
Selasa, 18 Desember 2018
Feel the Love (C.I.N.T.A#0)
Sumber gambar : id.pinterest.com
Lucunya ketika seseorang sedang jatuh cinta
Ketika ia sedang menyukai seseorang, hampir seluruh dunianya tahu siapa yang ia suka. Terkecuali dirinya -dia yang sedang disukai-.
Teman dekat atau sahabatnya mungkin sudah kenyang akan ceritanya tentang sosok yang sedang mengalihkan dunianya. Hampir setiap kesempatan selalu dikaitkan dengan si dia. Hal ini wajar, karena hanya inilah yang dapat ia lakukan. Mengapa? Karena mengungkapkan rindu yang sedang terperangkap untuk orang yang kita sukai dalam diam tidaklah mudah. Jadi ketika ia terlihat sedang risau,itu adalah sebuah tumpahan kekesalan terhadap rindu yang belum bertuan.
Sleman, 18 Desember 2018 0:53 WIB
Kamis, 25 Oktober 2018
It's about Time
Tahu kan kalau waktu itu
berharga? Biasanya orang-orang mengatakan pepatah ini ;
Waktu adalah uang. Atau Time is money
Lalu sudah seberapa dalam kita
menyadari akan berharganya sebuah waktu? Mungkin diantara kalian sudah mulai
merasakan betapa berharganya ia atau mungkin kalian sudah tahu ia berharga
tetapi belum menyadari seberapa besar berharganya ia. Untuk lebih jelasnya mari
kita renungkan ini. Seorang pengusaha dalam lima menit dapat melakukan sebuah
transaksi bernilai milyaran dollar amerika, namun di waktu bersamaan ia
terpaksa terjebak dalam situasi tidak dapat melakukan hal itu dan kehilangan
peluang mendapat milyaran dollar hanya dengan melewatkan lima menit berharga. Atau
seseorang dibayar mahal karena
Senin, 15 Oktober 2018
Debut Moderator
yes namanya pake nama panggung gw hehe.. bukan nama lengkap asli. Ada yang tahu nama lengkap gw?
Gw mau cerita tentang kejadian dua hari
yang lalu, tepatnya Juma’at 13 Oktober 2018 kemarin. Tentang gw deg2an sampe
kebelet p**P. Berawal dari gw yang ditunjuk jadi moderator sebuah acara talk show. Acaranya sih ga gede2 banget,
soalnya Cuma sebatas untuk kalangan asisten di jurusan gw. Gw ditawarin jadi
moderator, perasaan awalnya pengen nolak sih. Soalnya gw belom pernah dan yaaa
rada takut aja sih kalo ngecewain. Tapi gw mikir, kalo bukan sekarang kapan
lagi, karena OMG ini tuh juga salah satu impian gw. Gw pengen jadi public speaker
ya kaya Om Tantowi Yahya atau Hilbram Dunar. Gw udah pengen dari lama, tapi
gatau caranya mulai. Gw coba kode temen gw yg juga terlibat dalam dunia kaya
gini, sapa tahu doi bisa ngajarin gw atau bahkan ngajak nge-job bareng, tapi ya
tetep egak juga hehe. Dan tiap ada undangan jadi moderator dari lab, temen gw
yg diundang, gw mikir kok bukan gw ya? Apa karena gw kurang terlihat bakatnya,
atau gw terlihat ga becus gitu kalo jadi moderator? Hehe. Gw dulu waktu jadi
peserta seminar liat mas dan mba dari lab gw jadi moderator gitu ; gw suka dan
pengen kaya mereka. Dan finally... akhirnya kesempatan itu datang. Walau gw
belum pernah gw mencoba belajar, karena pasti tiap org akan ngalamin yg namanya
first time. Ya kaya lu mau lamar
kerja, pasti ditanya dulu pengalaman kerja. Lah gimana mau kerja kalo tiap
ngelamar kerja ditanya udah ada pengalaman belom. Sama aja kalo gw nolak , lalu
kapan gw pernah dan jadi bisanya. Akhirnya gw iyain karena niatnya juga
ngebantuin panitia, daripada capek lagi kan nyari orang yang mau. Ya gw siap
bantuin hehe sekalian gw ngepraktekin apa yang gw pelajarin di bukunya Hilbram
Dunar.
Minggu, 30 September 2018
Harus Bagaimana?
"Mau ganteng atau tidak, kalau hatinya tidak satu frekuensi, bagaimana?"
What??! Putri berbicara soal cinta?? Mungkin dari dirimu
sedikit meragukanku. Karena Putri yang hampir tak terlihat mempunyai perjalanan
cinta mau sok-sokan berbicara tentang cinta. Tenang gaes, tidak terlihat bukan
berarti miskin pengalaman atau semacamnya. Hal ini aku dapatkan dari hasil
terjun langsung ke lapangan *cieelah* dan pengamatan dari lingkungan sekitar
serta hasil bertukar pikir dengan teman sejawat. Mungkin akan berbeda sedikit
dengan pengalaman kalian. So... ini dia
Memasuki
usia 20-an orang-orang akan berpikir bahwa mereka yang sudah mulai menginjak
usia tersebut akan menjadi lebih dewasa. Entah kematangan dalam berpikir
ataupun bijaksana dalam bertindak. Padahal sebenarnya umur hanyalah angka
sedangkan kedewasaan dibentuk oleh pola pikir yang dipengaruhi keadaan
lingkungan. Kemudian apa hubungannya dengan cerita cinta? Dalam perspektifku,
ternyata umur dan pengalaman sedikit mengubah pola pikirku. Sebelumnya aku
berpikir, “oke kalau mau cari pasangan
hidup nanti harus punya kriteria a,b,c,blabla harus bisa a, b,c dsb” dan
hal ini juga yang dapat memotivasiku untuk melakukan sesuatu agar kelak aku
dapat sebanding dengan yang ku inginkan.
Namun belakangan ini di atas semua kriteria-kriteria itu ada satu hal menurutku
yang menjadi dasar, dan aku setuju dengan perkataan Pak Rudy Habibie yang
menegaskan tentang kesamaan frekuensi
hati. Maksudku coba bayangkan jika sebuah lagu dimainkan dengan irama yang
tidak senada walaupun sama-sama didukung instrumen canggih atau kaki kiri dan
kananmu berjalan berlawanan arah. Apa jadinya? Seperti kamu mengajak pasanganmu
untuk bercanda atau berdiskusi tetapi dia ‘gak nyambung’ , rasanya bahan
pembicaraanmu sia-sia. Mungkin kamu akan mencoba bersabar untuk menyatukan
frekuensi kalian, jika berhasil selamat! Jika tidak? Wassalam. Karena pasangan
hidupmu bukanlah orang yang hidup denganmu untuk hari ini dan nanti sore.
Tetapi adalah dia yang akan hidup denganmu hari ini, nanti, besok, besok, dan
besok hingga takdir yang terelakan memisahkan kalian. Kalau para pemuda
sekarang bilangnya : Visi & Misi yang sejalan atau yang lebih sering kalian
dengar dengan kata ‘nyaman’. Tetapi coba pastikan lagi apakah nyamanmu ini
benar-benar nyaman atau hanya sekedar ilusi cinta buta yang menganggap bahwa
pasanganmu tidak memiliki kekurangan. “Mau
ganteng atau tidak, jika hatinya tidak satu frekuensi, bagaimana?” ( BJ
Habibie dalam film Habibie & Ainun)
Minggu, 22 Juli 2018
Mama #1
Di jumlah usia ke 21 harusnya aku bisa lebih dewasa, dan memang sudah seharusnya. Kau memintaku
untuk segeralah menjadi dewasa, tapi Ma.. sungguh aku tidak ingin menjadi
dewasa. Karena jika dewasa menurut pandangmu, aku sadar itu artinya kau akan
tenang untuk meninggalkanku. Walau sebenarnya tak terlihat, aku sadar bahwa
yang kau tunggu adalah diriku. Di usiamu sekarang, mungkin semua keinginan dan
pencapaianmu telah terpenuhi. Sehingga kau tak seenergik dulu karena ambisi-ambisi
di masa mudamu telah tercapai. Sebenarnya diam-diam aku pun berusaha bersikap
dewasa atas semua ini, namun aku berusaha tetap seperti putri kecilmu di
hadapanmu. Tetapi sepertinya kau pun juga dapat melihat dan merasakan sudah
sematang apa diriku. Karena semua ini bukan hanya sebatas yang terlihat dalam
sekejap mata, entah dengan matamu yang keberapa kau dapat melihatnya. Keinginanku
jelas, aku tidak ingin buru-buru dewasa. Aku masih ingin bersamamu, aku masih
membutuhkan bimbinganmu, aku masih perlu banyak belajar darimu. Dan..... juga
karena aku masih belum membuatmu bangga terhadapku. Entah mungkin dengan
memilikiku saja kau sudah bangga atau malah sebaliknya, yang katanya setiap
orang tua akan bangga terhadap anaknya entah bagaimana pun anak itu. Ma..
bagiku, aku belum bisa membanggakanmu. Aku belum bisa membuatmu menjadi orang
tua yang tersenyum bangga di bangku penonton untuk melihat anaknya menjadi
salah satu wisudawan terbaik. Walau tak kau tunjukkan, aku dapat menyaksikan
betapa bangganya dirimu melihat Kakak menjadi salah satu diantaranya. Sejak itu
pun aku bertekad untuk membuatmu merasakan itu lagi, bahkan lebih. Namun,
sepertinya harapan itu pupus bahkan lebih buruk. Ma... aku juga tak tahu,
mengapa semuanya terasa sulit L . Tapi senyummu tetap tegar dan menerimaku. Kau tak
pernah menuntut banyak, tapi aku tahu sebenarnya yang kau mau. Kau tak ingin
menuntut banyak karena tak ingin melihat anakmu terbebani dengan permintaanmu,
kau ingin anak-anakmu berkembang atas dasar kesadaran mereka sendiri.
Kau mungkin terlihat keras, tetapi dengan itulah cara kau
menyayangi kami. Kau segalanya bagiku, ibu sekaligus ayah. Kehilangan ayah
diusia kecil memang tidak mengenakkan, tetapi sepertinya Tuhan memang sudah
mempersiapkan hal ini matang-matang karena Ialah sebaik-baiknya pembuat
skenario kehidupan. Sejak dulu pun kau telah menjadi sosok ibu sekaligus ayah
yang kuat, bahkan sebelum kepergiaan suamimu. Bahkan di masa mudamu, kau adalah
sosok yang sangat kuat. Kekuatan dan kehebatanmu tak akan cukup diceritakan
dalam selembar kertas. Hidupmu menginspirasiku, aku ingin menjadi sepertimu. Tapi
aku ragu, aku mungkin takkan sekuat dan sehebat dirimu. Dalam mencari pasangan
pun, bahkan aku ingin sosok yang seperti dirimu dalam tubuh laki-laki...... -berlanjut-
Kamis, 31 Mei 2018
Lama nggak posting , ini akibat kurang baca dan kritis makanya tulisan gini. Walau gak menang, setidaknya tulisanku adalah juara di blog pribadiku sendiri lol. Selamat membaca
***
Ada
Aku dalam Dirimu
Karena ditiap Perbedaan ada Persamaan yang Menyatukan Jiwa
Karena ditiap Perbedaan ada Persamaan yang Menyatukan Jiwa
Sumber : http://theapprenticeacademy.co.uk
Konflik adalah
hal yang tidak asing dengan keseharian kita. Ia tidak bisa dihilangkan, hanya
saja semua bergantung pada pilihan kita untuk membuat pemicunya semakin besar
atau merendam. Semua aspek dapat mengundang terjadinya sebuah gesekan baik
antar individu maupun kelompok. Bahkan isu terhadap politik identitas dapat
dengan mudah menyulut perpecahan yang terjadi. Isu sara merupakan hal yang
sangat sensitif sekaligus menarik untuk ditelisik. Baik kebudayaan ataupun agama
adalah hal yang lekat terhadap kehidupan kita sejak lahir, mereka lah yang
akrab dalam keseharian dan telah menjadi teman dalam masa perkembangan kita.
Tidak mengherankan jika rasa cinta terhadap identitas pribadi seperti suku,
agama, atau ras adalah harga mati bagi sebagian besar orang.
Langganan:
Postingan (Atom)



