Senin, 14 Februari 2022

Lantas (???)

 Lantas


Sumber: https://id.pinterest.com
/pin/189010515600239485/
Lima hari sudah kurindu
Tak bisa ku menghubungimu
Kau sedang dengan dirinya
Sedang kita rahasia

Kapankah kau ada waktu
Sembunyi untuk bertemu
Baru kau sapa kutersipu
Kau puji lupa amarahku
Karena kau paling tahu
Cara lemahkan hatiku
Walau tak ada yang pasti
Yang kau beri hanya mimpi
Lantas mengapa ku masih menaruh hati
Padahal kutahu kau t'lah terikat janji
Keliru ataukah bukan tak tahu
Lupakanmu tapi aku tak mau
Pantaskah aku menyimpan rasa cemburu
Padahal bukan aku yang memilikimu
Sanggup sampai kapankah ku tak tahu
Akankah akal sehat menyadarkanku
Lantas mengapa ku masih menaruh hati

Sumber: LyricFind
Penulis lagu: Denis Ligia

Minggu, 13 Februari 2022

Trapped in Loop

 Mau sampai kapan ingin terjebak dalam sebuah lingkaran. Jika melihat dari kacamata system dynamic, keberadaan loop menandakan sebuah kedinamisan dalam sebuah sistem dan tak jarang sumber masalah yang belum selesai. Hanya berputar-putar di situ. Tapi kali ini aku tidak akan membahasnya secara akademik. Ini adalah tentang kisahku. Tentang aku yang selalu terjebak dalam sebuah lingkaran. We are running in circle. Yes.. ‘we’. Masih ingat tentang Mr. Potato. Kali ini aku akan membawa cerita yang berhubungan dengan dia (lagi).

Wild Minds

 Mengenali diri sendiri itu penting. Sebelum kita mencintai orang lain, diri sendiri adalah orang pertama yang harus kita cintai. Beberapa hari ini aku menggali kembali tentang kepribadianku. Pendefinisiannya cukup mudah, aku lebih percaya kepribadian menurut MBTI daripada zodiac. Percaya kepribadian lewat zodiak itu konyol menurutku, no offense tapi emang gak makesense. Alasan kenapa aku kembali menggali tentang diriku karena aku merasa harus membereskan apa yang salah dengan diriku. Kenapa aku terlalu begitu larut dalam perasaan. Kenapa aku lebih nyaman ketika menuliskannya, kenapa orang lain susah mengerti diriku, dan kenapa aku lebih nyaman untuk membuat fake scenario di kepalaku. Haha pasti sudaha da yang bisa menebak kira-kira kepribadianku apa. Ya sebenarnya hasilnya bisa saja berubah karena pengaruh kondisi lingkungan dan pengalaman tapi bisa saja kita konsisten dengan kepribadian itu. Kalua dalam kasusku kepribadianku waktu SMA dan Kuliah sedikit berbeda menurut MBTI tapi secara garis besar tetapi sama.

    

Akhirnya Aku Tahu

 Kita adalah pemeran utama di cerita hidup kita dan tentu saja peran protagonis yang akan kita pilih. Kita adalah tokoh protagonis di kehidupan kita dan bisa saja kita adalah tokoh antagonis di cerita kehidupan orang. Karena ini adalah ceritaku dan aku akan menceritakan dari sudut pandangku maka jika cerita ini terkesan aku yang paling tersakiti dan paling menyedikan atau paling suci tentu akan sangat wajar. Baiklah aku akan menceritakan sebuah cerita yang kurasa tidak pernah usai untuk dibahas. Maksudku aku selalu terjebak dalam lingkaran cerita itu bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.

            Masih ingat tentang cerita seseorang yang datang dari masa lalu di tahun 2019. Akhirnya kami bertemu kembali namun tak berapa lama kami pun berhenti saling mengabari. Diakhiri karena aku yang terlanjur sakit hati (lagi). Dari akhir tahun 2019 hingga sepanjang tahun 2020 kami tak pernah saling berhubungan secara langsung. Hingga 2021 pertengahan ia datang lagi. Aku.. tentu saja mulai skeptis lagi. Tapi sepertinya cerita ini bisa ditebak, aku luluh kembali. Kami pun menjadi dekat. Teman dekat (lagi). Hingga beberapa waktu lalu kami sempat mengobrol di telepon tentang kisah masala lalu. Topiknya tentu saja konflik di masa lalu.

            Sedikit cerita, teman lamaku ini adalah cintaku di masalalu. Saat masa-masa remaja yang indah, penuh dengan fluktuatif tingkat hormonal ia pun hadir di sana. Cerita ini sudah terjadi lebih dari satu decade lalu, tapi sebagian besar inti ceritanya masih aku ingat. Singkatnya, aku adalah seorang siswa pindahan dari pulau yang berbeda dengan teman lamaku ini -oke kita sebut saja dia Mr. Potato-. Sebagai siswa pindahan tentu rasanya ga mudah buat adaptasi, apalagi stigma orang yang menganggap orang kelas dua. Entah lah. Tapi akhirnya aku bisa membuktikan dengan sebuah prestasi. Mulai dari situ aku akhirnya mempunyai beberapa teman dekat. Bisa dibilang mereka adalah bintang atau geng ciwi ciwi top pada masa itu. Dan akhirnya aku mulai masuk ke circle mereka. Di sana aku menemukan teman, yang ku anggap sebagai sahabat dekat karena beberapa hal kami memiliki kemiripian dan isi kepalaku kadang sama dengan dia. Aku bahkan menganggapnya sebagai Kakaku. Baik kita sebut saja temanku ini sebagai Ms. Potato -karena akan saling berhubungan-. Seiring waktu berlalu aku mulai dekat dengan Mr. Potato. FYI, Mr. Potato dan Ms. Potato adalah sahabat dekat karena mereka sejak kecil selalu satu sekolah. Lambat laun aku pun mulai menyukai Mr. Potato, tentu saja saat itu dia  termasuk bintang sekolah. Pinter, jago basket, dan bisa dibilang cukup ganteng. Seperti yang ku bilang aku memiliki beberapa hal yang aku suka sama dengan Ms Potato. Ia pun pernah mengakui jika ia sempat suka dengan Mr. Potato, tapi itu sudah lama dan sekarang mereka hanya sekadar berteman karena saat itu Mr. Potato juga sudah memiliki seorang kekasih.

            Singkat cerita beberapa waktu setelah  itu -saat kami berada di jenjang sekolah baru- aku menjalin hubungan cinta dengan Mr. Potato. Rasanya sangat indah memang ketika disukai oleh orang yang kamu suka. Tapi hubungannya tidak berjalan lama. Aku sejatinya adalah seorang pencemburu. Aku cemburu melihat kedekatan Ms Potato dan Mr. Potato, pernah kami memainkan sebuah permain sederhana Bersama teman-teman lainnya saat acara classmeeting, padahal sebagai pacar aku ada di dekat Mr. Potato tetapi ia lebih mendekat dengan Ms. Potato. Beberapa kali pula aku sering melihat mereka bersama, ya memang mereka berdua satu kelas dan aku berada di kelas yang berbeda dengan Mr. Potato. Sehari-hari durasi kami bertemu pun tidak lama. Aku yang merupakan seorang anak dari strict parent berusaha membuat hubungan kami backstreet. Hanya teman dekat yang tahu.

            Beberapa kali sering aku menangis dibuatnya karena aku terlalu cemburu. Dilemma rasanya, ingin posesif tapi Ms Potato juga sahabatku. Karena aku tidak mau menyakiti sahabat ciwiku ini akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan alasan iman kami yang berbeda. Dan itu yang mereka percaya. Jika saat ini boleh jujur, Ms Potato lah yang membuatku berusaha melepaskan Mr. Potato. Sebenarnya saat sudah putus, aku dan Mr. Potato masih berhubungan baik, cinta itu masih ada. Aku yang berbeda kelas dengan Ms. Potato pun sudah lama tidak berhubungan dan berbagi cerita layaknya sahabat dekat. Tetapi kedekatan Mr. Potato dan Ms. Potato makin jelas. Aku sebagai pengamat ya mundur perlahan, terlebih panggilan sayang yang diberikan Mr, Potato kepadaku saat kami berteman ternyata tidak ekslusif untukku, Ms Potato juga punya! Aku pun mundur alon-alon.

            Kembali ke masa sekarang. Dalam telepon kami menceritakan sudut pandang masing-masing pada saat itu.

Dari sudut pandangku:

“ Aku melihat kamu dan Ms Potato semakin dekat. Terlebih kalian katanya mulai jadian. Dan pada saat itu aku pernah bikin komen di media sosialmu (seperti yang biasa kulakukan) tapi malah digas sama cewemu -Ms Potato-. Aku kaget banget, kok bisa Ms Potato seperti itu ke aku padahal sudah ku anggep sahabat yang kaya Kakaku sendiri. Ya aku mundur lah, aku diblock dulun sama Ms Potato. Jadi setiap kamu mau nyapa aku di sekolah aku selalu menghindar, takutlah ibaratnya udah kaya digongongin anjing galak”

Dari sudut pandang Mr Potato:

“Dulu aku dekat sama Ms. Potato karena aku curhat tentang kamu. Dia tahu betapa aku sayang cinta banget sama kamu. Aku sebenarnya nyapa kamu mau jelasin kalo aku dan Ms. Potato gak ada hubungan apa-apa selain berteman.”

 

Dari sini aku merasa aku ingin mengambil kembali milikikku. Ya walau sebenarnya sudah lama berakhir dan Mr. Potato udah bersama Ms Potato saat ini. Tapi izinkan aku playing victim haha *lah malah ngaku*. Oke jadi dulu aku putus gara-gara Ms Potato, tapi aku gamau nyakitin Ms Potato lalu aku membawa alasanku itu yang kuharap bisa diterima semua orang. Padahal aslinya karena Ms.Potato, kemudian Ms. Potato yang kuanggap sangat dekat denganku malah justru memusuhiku lebih dulu. Lalu, saat Mr. Potato cuhat tentangku kepada Ms. Potato. Ms. Potato hanya diam tanpa pernah memberitahu aku sedikit pun -baik ini aku asumsikan Ms. Potato kembali suka dengan Mr, Potato, cinta emang buta ges-. Dan tiap kali aku ingin berteman kembali dengan Mr. Potato, Ms. Potato selalu tidak suka, kontakku sempat dihapus Ms. Potato dari handphone Mr. Potato -karena mereka dekat sering main bareng, jika dibandingkan aku yang sudah pindah lagi dan jauh dari Mr. Potato-. Bagiku Mr. Potato dihatiku sebagai udara residual, sekuat apapun aku menghembuskan perasaan itu masih tersimpan jadi tentu saja cukup sakit jika berjauhan dengan seseorang yang kamu cintai. Andai saja tidak ada Ms. Potato dalam beberapa babak, mungkin aku bisa kembali merajut benang-benang yang terurai dalam hubunganku bersama Mr. Potato. Tapiiii sudah lah, entah dahulu atau sekarang keduanya sama-sama membuatku sakit. Empat belas tahun berlalu dan masih terasa sakitnya. Bahkan sekarang makin terasa dengan level sakit yang berbeda. Heran haha setelah aku pergi ke sana kemari dari satu hati ke hati lain. Aku tetap saja akan lemah jika ada Mr. Potato. Padahal berkali-kali Tuhan bilang tidak, karena beberapa kali dijauhkan. Tapi ya Tuhan… kenapa didekatkan kembali. Dan posisiku sedang dalam keadaan sendiri, pikiran liar terus menghampiri. Namun beberapa kali berusaha aku tepis karena Mr. Potato sedang bersama Ms. Potato sekarang. Aku hanya benci jika melihat mereka bersama. Padahal menjadi juara hatimu it’s my dream Mas!

Jumat, 09 Juli 2021

Nonton Reply 1988

(Sumber: Wikipedia.com)

Setelah minggu lalu cukup “produktif” karena UAS dan skasdnjew hehe.. minggu ini sempetin liburan dulu. Karena lagi PPKM juga, jadi streaming film atau ngedrakor adalah alternatif yang aman untuk menghibur diri. Karena bingung drakor apa yang bagus akhirnya mutusin buat ngelanjutin Reply 1988 yang katanya bagus. Yes “ngelanjutin”, karena sempat mutusin untuk ga ngelanjut nonton karena kurang asik di awal. Tapi akhirnya suka dan belum move on dari ceritanya.

            Jadi ini adalah drama temanya keluarga gitu. Padahal aku kurang suka kalo film genre-nya keluarga, nonton keluarga cemara aja kagak pernah. Soalnya aku ngerasa kaya ga relate aja sih hehe. Cuman.. katanya drakor Reply 1988 ini seru, sebenarnya udah denger lama dari zaman masih kuliah S1, karena ada temen yang nyeritain gemes soalnya percintaannya dibawa ke tahun 1980an akhir. Kebayang dong gimana kunonya, teknologi belum secanggih sekarang pacarannya tetep asik ga tuh. Lalu aku akhirnya di 2021 nyobalah nonton. Nyoba nonton episode 1 rasanya kaya berjalan lambar banget, masih belum nemu asiknya. Malah ngeliat Bapaknya Jong Hwan kok freak ya, terus sebel juga ngeliat Bo Ra sama Deuk Son berantem jambak-jambakan dan teriak-teriak sampe orang tuanya aja kalah. Dari situ udah kaya males aja, kok semua pada teriak aja pas lagi makan. Tetapi aku masih nyoba nonton. Terus liat Sung Deuk Son semangat jadi pembawa papan nama negara untuk olimpiade 1988 tapi hampir gajadi, terus tambah kasian karena ikut ngerasain penderitaannya yang jadi anak tengah. Harus ngalah sama kakaknya yang super galak, harus mengalah juga demi adeknya. Tapi karena tema keluarga ada beberapa adegan yang bikin sentimental. Tapi episode 1 udah mau habis, enggak aku lanjutin. Lalu malah nonton yang lain.

        

Rabu, 13 Januari 2021

Kenapa Debat Sih?

 Orang mungkin akan cenderung menghindari debate. Karena mikirnya apasih, males, paling juga mau menang sendiri. Kalo tipikalnya plegmatis sih wajar lah cinta damai. Tapi debat yang dimaksud bukan debat kusir, yang pengennya pokoknya menang deh. Debat nya ya debat yang membangun, bisa objektif ngeliat dari dua sisi. Dulu ya mikir kalo ada ajang debat , pasti yang menang yang  pro lah yang tim pemerintah lah,yang kontra auto kalah. Padahal debat bukan sebatas itu, tapi lebih bisa membuktikan mana sisi yangg dapat meyakinkan dan memberi solusi yang imbang. Pun kalo ada yg harus menderita kita udah nyiapin alternatif lain (karena ga semua orang juga kan bisa dibikin senang). Dalam hubungan ke teman atau ke orang lain debat yang membangun perlu kalo liat suatu kasus terlebih untuk hal yang kita beda pandangan. Kalo beda pandangan bukan pertemanannya yg dihapus tapi cari solusi bareng, bukan malah kalo tiap apa-apa egak sependapat terus musuhan. Kayanya kalo gitu terus kitanya, ga bakal ada orang yang ada di sekeliling kita. Jadi dengerin dulu argumen dari sisi orang itu, terus liat dari sisi kita. Kalo emang kita ga bisa buktiin lebih lanjut dengan kata lain orang lain yang 'menang' , ya hasilnya diterima, hubungannya tetap dijaga. Malah seru kan, kita jadi mikir 'oh iya juga ya ada yg kaya begitu'. Banyak juga jenis dunia yang kita egak tahu di luaran sana.


Dia si Ndy #Sayang

 Sebenarnya udah lama pengen posting tentang temen-temen aku di Sayang💕. Cuma belum sempat dan bingung aja mau ngisinya gimana, sempet pengen bikinin video buat ucapan terimakasih karena hadir di hidupku tapi egak deh wkwkwk ga bisa uwu akutu. 


Oke langsung aja kita mulai dari yang pertama yaitu Inggik, kenapa pertama karena dia yang paling