Sabtu, 09 Februari 2019

A Letter from Mother to Her Daughter

well, pertama kali pas dapat pesan ini dari Ibuku tiba-tiba gumpalan air jatuh menetes di sudut mata. Ada perasaan yang sampai menunjam dada, memberikan tamparan keras hingga sampai ke ulu hati rasanya. Idk, Ibuku mencopy nya dari mana, atau aku bahkan tak tahu kapan ibuku menulisnya. Namun, terkadang beliau selalu penuh kejutan. Dan inilah dia, surat yang ia sampaikan padaku beberapa bulan lalu melalui Facebooknya 

...................................................................................................................................................................


Pesan Ibu pada Anak Gadisnya
Duhai..anak ku..
Kemarin aku bertemu teman temanku.
Mereka dgn bangga menceritakan anak2nya yg baru selesai S3..ada yg baru saja datang ke wisuda anaknya di Melbourne.
ada yg bangga krn anak semata wayangnya sdh menjadi dokter, ada yg bangga krn anaknya jadi direktur dan manajer, ada yg bangga krn anaknya menjadi pemenang cover girl, ada yg bangga krn anaknya menjabat asisten manager, ada yg bangga krn anaknya menjadi fashion designer.
Ibu hanya mampu tersenyum dan mengucap selamat pd mereka semua.
Bukan krn ibu iri ataupun kecewa, bukan pula krn ibu ingin berada di posisi mereka, melainkan krn ibu bangga memiliki putri seperti dirimu.
Yg hatinya tak pernah terpaut oleh dunia.
Yg matanya tak pernah tergiur oleh emas mutiara,
Yg pribadinya ibu doakan mampu menjadi anak sholehah.
Ibu tak pernah memintamu utk mampu menjadi mereka , atau bahkan melebihi mereka, krn ibu sadar kebahagiaan dunia tak kan membahagiakan selamanya, cukuplah menjadi Putri yg selalu ibu cinta.
Dengan kesederhanaan dan hijab syar'i nya
Dengan ketaatanmu kepada Allah
Dengan ketaatanmu kelak pada suamimu saja.
Cukuplah tutup auratmu
Cukuplah jadikan Al qur'an sbg teman hidupmu.
Cukuplah doamu selalu untuk ku.
Duhai Putriku...
Cukup jadilah wasilah utk ku dan bapakmu meraih surga Allah, tak perlulah kaya terlalu berlebihan di dunia, cukup mudahkan kami menuju syurga Nya.
Maka ibu akan selalu bangga memilikimu.
Cukuplah ketaqwaanmu pada Rabbmu.
Mudahkanlah kami menuju syurga dg akhlaqmu, jgn seret ibu dan bapakmu ke neraka.
Sungguh..! Ibu dan bapak lebih bangga bila melihatmu tumbuh menjadi wanita sholehah..sedang dunia dan rezeki yg lainnya semata mata bonus dari Allah saja.




Senin, 31 Desember 2018

C.I.N.T.A #2


Ketika sedang jatuh cinta.

Mungkin beberapa pandangan akan berubah seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman.  Bukan hanya melihat manis diawal, tetapi lebih dari itu : menerawang ruang di masa depan tentang apa yang akan dijalani.

Ada perasaan yang sangat mengganggu, jika kau ingin tahu  : rasanya seperti uring-uringan. Nggak ada obatnya selain satu hal : bertemu dan melepas rindu!

Beberapa waktu lau gw sempet ngelemparin pertanyaan ke temen gw kurang lebih pertanyaannya gini, “Bray, aku lagi jatuh cinta sama seseorang nih.. aku harus gimana ya?” pertanyaan yang aku lontarkan ke lebih dari satu orang. Dan jawabannya kurng lebih sama, kira:
“Coba yakinin sama diri sendiri dulu, apakah ini cinta atau hanya sekadar sebuah ambisi.”
“Coba lihat dulu tujuannya, apakah cuma sekadar suka atau kamu mau serius hidup sama orangnya.”

Hmm.. dari sini gw berpikir lagi, apa iya ya gw cuma sekadar berambisi. Tertarik hanya dari fisik. Akhirnya sampe gw mencoba menarik benang merah, jangan2 ini Cuma ambisi aja. Soalnya dalam hal serius atau hal-hal yang melibatkan pandangan hidup dan masalah belom pernah kami terlibat bersama. Maksudku ketika orang sama2 ngejalanin ups and downs bersama, ntar bakalan keliatan tuh chemistry-nya, bakal keliatan juga kalo sebenarnya cocok ga sih kita hidup bersama sama nih orang. Entah kenapa selama beberapa waktu ngejalanin aktifitas yang sama gw sih biasa aja. Kenapa baru sekarang gw ngerasa ada yang beda. Gw sekali lagi sependapat sama Om Freud tentang psikoseksualnya, dan wujud cinta/menyukai lawan jenis (merupakan perwujudan seks juga kan :p) bisa jadi motivasi seseorang. Ya setidaknya dengan menyukai seseorang atau hadirnya seseorang yang gw suka dalam kehidupan yang gw jalanin sekarang bisa bikin gw semangat kerja. Setidaknya gw gak ngerasa butek dikerjaan yg gw jalanin saat ini. Tapi kayanya ini emang dibutuhin sama semua orang –perlu udara seger di padang tandus-. Jadi sebenarnya ini cinta atau hanya ambisi?

Jumat, 21 Desember 2018

C.I.N.T.A #1



Katanya cinta tak pernah salah.. hmm boong ah. Ini pasti hanya akal-akalan para pujangga cinta yang terjebak dalam cinta buta dan telah menjadi budak cinta. Buktinya cinta ini selalu saja jatuh di tempat yang salah, kadang juga cinta datang saat aku tak menginginkannya. Misalnya saja saat hati berkata ialah orangnya, tetapi mengapa sepertinya dia tidak dimaksudkan untuk aku, ada sosok lain yang telah menawan hatinya. Sedangkan ketika cinta datang mendekat, aku benar-benar tidak menginginkannya, karena hatiku telah tertawan dia. Ya, dia yang hatinya telah dimiliki orang lain. Nah lalu dimanakah letak hakikat cinta yang biasanya diagungkan, bahwa cinta tak pernah salah. Terkadang lucu juga jika berkata tentang cinta, ia membawa seseorang dapat menjadi sangat bahagia ia mereka sebut mabuk kepayang dan bahkan juga sebaliknya. Cinta mampu membuat seseorang terluka, hingga akhirnya membuat tak percaya lagi pada cinta bahkan menjadi takut untuk memulainya lagi. Lalu sebenarnya datang dari manakah cinta? Ada yang berkata cinta datang dari mata lalu turun ke hati –lalu bagaimana jika yang tak bermata?- , juga dikatakan cinta bisa ada karena terbiasa. Lalu itu berarti cinta hanya sebuah wujud dari napsu belaka tanpa makna lainkah? Ah sudahlah abaikan saja, mungkin ini yang dinamakan rasa  penasaran. Biarkan saja dulu, nanti juga bisa hilang. Sebisa mungkin ketika cinta sudah menyerang, tarik benang merahnya. Letakkan logika di posisi pertama. Jika sudah menemukan jawabannya, simpan saja dulu. Yakinkan diri, bisakah bertumbuh bersamanya atau hanya sekadar perasaan manis yang sedang lewat untuk mewarnai sejarah dalam hidup.

Selasa, 18 Desember 2018

Feel the Love (C.I.N.T.A#0)

Sumber gambar :  id.pinterest.com

Lucunya ketika seseorang sedang jatuh cinta
Ketika ia sedang menyukai seseorang, hampir seluruh dunianya tahu siapa yang ia suka. Terkecuali dirinya -dia yang sedang disukai-.
Teman dekat atau sahabatnya mungkin sudah kenyang akan ceritanya tentang sosok yang sedang mengalihkan dunianya. Hampir setiap kesempatan selalu dikaitkan dengan si dia. Hal ini wajar, karena hanya inilah yang dapat ia lakukan. Mengapa? Karena mengungkapkan rindu yang sedang terperangkap untuk orang yang kita sukai dalam diam tidaklah mudah. Jadi ketika ia terlihat sedang risau,itu adalah sebuah tumpahan kekesalan terhadap rindu yang belum bertuan. 


Sleman, 18 Desember 2018 0:53 WIB

Kamis, 25 Oktober 2018

It's about Time


Tahu kan kalau waktu itu berharga? Biasanya orang-orang mengatakan pepatah ini ;
Waktu adalah uang. Atau Time is money
Lalu sudah seberapa dalam kita menyadari akan berharganya sebuah waktu? Mungkin diantara kalian sudah mulai merasakan betapa berharganya ia atau mungkin kalian sudah tahu ia berharga tetapi belum menyadari seberapa besar berharganya ia. Untuk lebih jelasnya mari kita renungkan ini. Seorang pengusaha dalam lima menit dapat melakukan sebuah transaksi bernilai milyaran dollar amerika, namun di waktu bersamaan ia terpaksa terjebak dalam situasi tidak dapat melakukan hal itu dan kehilangan peluang mendapat milyaran dollar hanya dengan melewatkan lima menit berharga. Atau seseorang dibayar mahal karena

Senin, 15 Oktober 2018

Debut Moderator

yes namanya pake nama panggung gw hehe.. bukan nama lengkap asli. Ada yang tahu nama lengkap gw?


Gw mau cerita tentang kejadian dua hari yang lalu, tepatnya Juma’at 13 Oktober 2018 kemarin. Tentang gw deg2an sampe kebelet p**P. Berawal dari gw yang ditunjuk jadi moderator sebuah acara talk show. Acaranya sih ga gede2 banget, soalnya Cuma sebatas untuk kalangan asisten di jurusan gw. Gw ditawarin jadi moderator, perasaan awalnya pengen nolak sih. Soalnya gw belom pernah dan yaaa rada takut aja sih kalo ngecewain. Tapi gw mikir, kalo bukan sekarang kapan lagi, karena OMG ini tuh juga salah satu impian gw. Gw pengen jadi public speaker ya kaya Om Tantowi Yahya atau Hilbram Dunar. Gw udah pengen dari lama, tapi gatau caranya mulai. Gw coba kode temen gw yg juga terlibat dalam dunia kaya gini, sapa tahu doi bisa ngajarin gw atau bahkan ngajak nge-job bareng, tapi ya tetep egak juga hehe. Dan tiap ada undangan jadi moderator dari lab, temen gw yg diundang, gw mikir kok bukan gw ya? Apa karena gw kurang terlihat bakatnya, atau gw terlihat ga becus gitu kalo jadi moderator? Hehe. Gw dulu waktu jadi peserta seminar liat mas dan mba dari lab gw jadi moderator gitu ; gw suka dan pengen kaya mereka. Dan finally... akhirnya kesempatan itu datang. Walau gw belum pernah gw mencoba belajar, karena pasti tiap org akan ngalamin yg namanya first time. Ya kaya lu mau lamar kerja, pasti ditanya dulu pengalaman kerja. Lah gimana mau kerja kalo tiap ngelamar kerja ditanya udah ada pengalaman belom. Sama aja kalo gw nolak , lalu kapan gw pernah dan jadi bisanya. Akhirnya gw iyain karena niatnya juga ngebantuin panitia, daripada capek lagi kan nyari orang yang mau. Ya gw siap bantuin hehe sekalian gw ngepraktekin apa yang gw pelajarin di bukunya Hilbram Dunar.
       

Minggu, 30 September 2018

Harus Bagaimana?



"Mau ganteng atau tidak, kalau hatinya tidak satu frekuensi, bagaimana?"

What??! Putri berbicara soal cinta?? Mungkin dari dirimu sedikit meragukanku. Karena Putri yang hampir tak terlihat mempunyai perjalanan cinta mau sok-sokan berbicara tentang cinta. Tenang gaes, tidak terlihat bukan berarti miskin pengalaman atau semacamnya. Hal ini aku dapatkan dari hasil terjun langsung ke lapangan *cieelah* dan pengamatan dari lingkungan sekitar serta hasil bertukar pikir dengan teman sejawat. Mungkin akan berbeda sedikit dengan pengalaman kalian. So... ini dia


Memasuki usia 20-an orang-orang akan berpikir bahwa mereka yang sudah mulai menginjak usia tersebut akan menjadi lebih dewasa. Entah kematangan dalam berpikir ataupun bijaksana dalam bertindak. Padahal sebenarnya umur hanyalah angka sedangkan kedewasaan dibentuk oleh pola pikir yang dipengaruhi keadaan lingkungan. Kemudian apa hubungannya dengan cerita cinta? Dalam perspektifku, ternyata umur dan pengalaman sedikit mengubah pola pikirku. Sebelumnya aku berpikir, “oke kalau mau cari pasangan hidup nanti harus punya kriteria a,b,c,blabla harus bisa a, b,c dsb” dan hal ini juga yang dapat memotivasiku untuk melakukan sesuatu agar kelak aku dapat sebanding dengan yang ku  inginkan. Namun belakangan ini di atas semua kriteria-kriteria itu ada satu hal menurutku yang menjadi dasar, dan aku setuju dengan perkataan Pak Rudy Habibie yang menegaskan tentang kesamaan frekuensi hati. Maksudku coba bayangkan jika sebuah lagu dimainkan dengan irama yang tidak senada walaupun sama-sama didukung instrumen canggih atau kaki kiri dan kananmu berjalan berlawanan arah. Apa jadinya? Seperti kamu mengajak pasanganmu untuk bercanda atau berdiskusi tetapi dia ‘gak nyambung’ , rasanya bahan pembicaraanmu sia-sia. Mungkin kamu akan mencoba bersabar untuk menyatukan frekuensi kalian, jika berhasil selamat! Jika tidak? Wassalam. Karena pasangan hidupmu bukanlah orang yang hidup denganmu untuk hari ini dan nanti sore. Tetapi adalah dia yang akan hidup denganmu hari ini, nanti, besok, besok, dan besok hingga takdir yang terelakan memisahkan kalian. Kalau para pemuda sekarang bilangnya : Visi & Misi yang sejalan atau yang lebih sering kalian dengar dengan kata ‘nyaman’. Tetapi coba pastikan lagi apakah nyamanmu ini benar-benar nyaman atau hanya sekedar ilusi cinta buta yang menganggap bahwa pasanganmu tidak memiliki kekurangan. “Mau ganteng atau tidak, jika hatinya tidak satu frekuensi, bagaimana?” ( BJ Habibie dalam film Habibie & Ainun